Rabu, 23 April 2014

Pertolongan itu datangnya dari Allah

Ya Allah,

Aku pasrah,berserah diri  kepada Mu
Sang Pembuat Hidup
Sang Maha Penolong
Aku berserah..

Ketika serasa tak ada jalan lain untuk berlari
Jalan telah buntu
Aku telah memilih..
Untuk mengikuti..dan hanya jalan Mu Ya Allah

Tolonglah hambaMu ini
Yang sedang dalam kesulitan
dalam kepenatan
dalam kebuntuan pikiran

Dan sungguh aku tak dapat berbuat apa-apa
Selain memohon pertolongan dari Mu
Semoga akan ada jawaban
Atas apa yang hamba pinta

Dan pasti akan ada jawaban
Trimakasih Ya Allah
Dalam doaku..yang dulu yang telah terkabul
dalam linangan air mataku...



Selasa, 22 April 2014

Keadilan Allah

Assalamualaikum wr. wb.
A'uudzu billaahi minasy syaythaanir rajiim Bismillahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillahi robbil 'alaamin Allaahumma shalli wa sallim wa barik 'alaa Sayidina Muhammadin wa 'alaa aali Sayidina Mu hammadin wa ashaabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahli baitihi ajma'in. Yaa Mawlana Yaa Sayyidi Madad al-Haqq.
Kisah Hikmah
 dari Kitab-Kitab Imam Al-Ghazali

Orang Buta Jadi Korban

Suatu saat Nabi Musa bermunajat kepada Allah di bukit Thursina. Di antara munajat yang dilantunkannya adalah, "Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku!" Allah berkata kepadanya, "Jika Aku menampakkan keadilan-Ku kepadamu, engkau tidak akan dapat sabar dan tergesa-gesa menyalahkan-Ku. "Dengan taufik-Mu, kata Musa. "Aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-Mu. "Allah berkata, "Kalau begitu, pergilah engkau ke mata air anu! Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi!"

Musa pergi ke mata air yang ditunjukkan kepadanya. Dia naik ke atas sebuah bukit danbersembunyi. Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu wudhu, dan meminum air. Setelah itu dia shalat dan meletakkan sebuah kantong di pinggirnya yang berisi uang seribu dinar.

Setelah selesai melakukan shalat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dan sangat terburu-buru sehingga dia lupa terhadap kantongnya. Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk meminum air dari mata air itu. Ia melihat ada sebuah kantong lalu mengambilnya dan langsung pergi.

Setelah anak kecil pergi, datang seorang kakek yang buta. Ia mengambil air untuk di minum lalu wudhu dan shalat. Setelah si kakek selesai melakukan shalat, datang penunggang kuda yang ketinggalan kantongnya itu. Dia menemukan kakek buta itu sedang berdiri dan akan segera beranjak dari tempatnya. Si penunggang kuda berkata, "Kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang disini. "Betapa kagetnya si kakek buta itu. Ia berkata, "Bagaimana saya dapat mengambil kantong itu sementara mataku tidak dapat melihat?" Penunggang kuda itu berkata, "Kamu jangan berdusta! Sebab, tidak ada orang yang lain selain kamu. "Si kakek buta berkata, "Betul, saya berada di sini sendirian. Namun, kamukan tahu mataku tidak dapat melihat. "Si penunggang kuda berkata, Mengambil kantong itu tidak harus dengan mata, dungu! Tetapi dengan tangan! Walaupun mata kamu tidak melotot, tanganmu tetap dapat digunakan."

Akhirnya, si kakek buta itu dibunuh oleh penunggang kuda. Setelah si kakek buta dibunuh, ia menggeledahnya untuk menemukan kantongnya. Namun, ia tidak menemukannya. Maka, ia pergi meninggalkan mayat kakek buta tersebut.

Ketika Nabi Musa melihat kejadian tersebut, dia berkata, "Ya Tuhan, sungguh saya tidak sabar atas kejadian itu. Namun, saya yakin Engkau sangat adil. Kenapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi?"

Tidak lama kemudian datanglah Malaikat Jibril dan berkata, "Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasan-Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahwa diri-Nya sangat mengetahui hal-hal gaib yang tidak engkau ketahui. Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong adalah mengambil haknya. Dulu, ayahnya pernah bekerja di si penunggang kuda itu namun ia bayar secara dzalim. Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah uang yang ada dalam kantong itu. Adapun kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan."   

Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!
__._,_.___

Six sense kah saya??

Pertama adalah kita penah mengalami mimpi yang kemudian menjadi kenyataan, mimpi tersebut sebenarnya adalah pandangan kita masa yang belum terjadi. Indera keenam kita yang mungkin kalah dengan nafsu duniawi, hanya bisa memperingatkan kita melalui otak dan mewujudkan peringatan tersebut lewat mimpi.

Kedua, pernah merasakan ada sesuatu di dekat kita padahal waktu itu kita sendiri, itu pertanda waktu itu kita memang tidak sendiri, sebenarnya ada makhluk lain yang mungkin lebih dari satu, berada di dekat kita. mereka sebenarnya ingin bertutur sapa dengan kita, namun kebanyakan dari mereka justru mempermainkan perasaan kita.
Hingga kita jadi merinding, nah merinding itu sebenarnya adalah wujud dari proteksi alamia kita melalui aura yang mengusir tamu yang tak diundang tadi, semakin besar keberanian kita, maka semakin kuat aura kita mengusir mereka, dan rasa merinding tadi pun semakin menghilang.

Ketiga, pada keadaan tertentu kita merasa ada seseorang/ sesuatu yang memeprhatikan kita, namun setelah ditengok..tidak ada siapapun. Ini apa? Bahwa kita sebenarnya sedang diperhatikan oleh sesuatu, mungkin sanak keluarga yang telah tiada, tetangga kita dari alam lain, ataupun para pengelana yang sedang singgah di dekat kita. bisa juga sihir jahat yang memang di kirim untuk kita dan lain sebaginya…

Keempat, Dejavu. Artinya seolah-olah pernah mengalami sesuatu moment padahal moment tersebut baru terjadi sekali itu. Yang satu ini sebenarnya adalah bakat istimewa. Beberapa kali saya mengalami hal ini. awalnya saya tidak percaya, namun setelah saya mengalami hal luar biasa yang maaf, cukuplah saya yang mengetahuinya, akhirnya saya menjadi luluh dan yakin bahwa dejavu adalah indera keenam. Meski dalam sebuah literatur yang pernah saya baca ppara hali neurologi mengatakanbahwa dejavu adalah kelaina otak yang berpotensi sebagai tanda-tanda kanker, namun, ilmu pengetahuan tidak bisa disejajarkan dengan ilmu jiwa, manakala bila iptek mengatakan dejavu mengatakan dejavu adalah kelainan otak yang sebagi berpetensi sebagai gejala kanker..dan lain sebagainya..
Ilmu jiwa mengatakan dejavu adalah bagian dari visi supranatural yang bocor, yang seharusnya tidak keluar…namun terpaksa keluar oleh kekuatan bawaan seseorang, yang membentuk sebuah perasaan yang tidak asing lagi bagi kita.
Padahal, senyatanya kita baru mengalami sekali itu. Perasaan tersebut berasal dari pandangan kita sendiri. sebenarnya peringatan akan tibanya hari itu (saat dejavu kita rasakan) telah tertangkap oleh indera keenam, indera tersebut sebenarnya mencoba untuk menginformasikan pada kita, namun gagal.
Sehingga saat kita benar-benar mengalami hal tersebut, perasaan akan visi tadi meluap-luap hingga kita merasa mengalami suatu kejadian dua kali. Kesimpulannya, dejavu berati kehendak bebas sang idera keenam untuk menetukan pilihannya, ia tidak mau di kontrol oleh hukum alam, dan ia menunggu sang pemilik untuk melatih dan membabaskannya dari tabir belenggu.

Kelima, saat kita memperhatikan sesuatu tanpa berkedip, kita akan menangkap cahaya yang menyelimuti benda tersebut, namun setelah diamati kembali, cahaya tadipun lenyap. Untuk sekedar diketahui bahwa cahaya yang menyelimuti benda padat dalam pandangan kita tersebut adalah aura/prana yang menyelimuti benda itu.

Keenam, pernah melihat sekelebat bayangan, begitu nyata, namun setelah disadari, ternyata tidak ada apapun disekita kita. saya rasa pada bagain ini buan karena diakibatkan ilusi optik atau gangguan mata yang diakibatkan pada posisi tubuh terhhadap letak pandangan, namun sekelebat bayangan tadi memanglah tetangga kita yang sedang numpang lewat, bila pembaca adalah salah satu pemilik indera keenam yang mumpuni, anda pasti tau maksud penulis, dan anda pun pasti juga tahu, terkadang kamar kita adalah jalan pintas atau jalur masuk ke rumah mereka, dan terkadang dan kebanyakan anda pasti kesal, jika kamar mandi atau toilet kita dijadikan dapur oleh mereka.
Munculnya sekelebat bayangan tadi sebenarnya adalah visi kita yang berasal dari celah yang dimiliki oleh tabir penghalang dari indera keenam. Karena di saat pikiran kita kosong, keinginan akan nafsu dan keduniawian pun ikut kosong, sehingga tabir yang menyelimuti indera tersebut juga sedikit memiliki celah, contoh kecilnya, saat kita nonton tv, dan kurang asik dengan acaranya, saat melamun, saay sedih, saat bosan dan lain-lain, sekelebat bayangan itu tak akan muncul bila pikiran kita tidak dalam keadaan seperti yang saya sebutkan tadi.

Ketujuh, ketika kita pada sebuah kesempatan pernah pertama kali bertemu dengan seseorang, kita merasakan ketidaksukaan/kecocokan yang bersahabat, meskipun kit belum mengenal orang itu. Hal ini disebabkan karena danya alarm tak terlihat dari indera keenam.
Aura yang kita miliki akan meyatu dengan aura orang yang betemu dengan kita, disaat penyatuan aura tersebut, bila bisa melihat, akan terjadi interaksi, bila kita memiliki kecocokan, maka warna aura tersebut akan berubah dan melebur sehingga muncul kesan yang hangat dan nyaman… seperti terasa sangat bersahabat, dan bila sebaliknya, maka akan terjadi tolak-menolak layaknya medan magnet hingga kita mersakan gerah dan kurang nyaman, jadi, bila anda merasa tidak suka dengan orang yang belum kita kenal, maka bisa jadi orang tersebut juga merasakan hal yang sama, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan kita bahan pertimbangan untuk mencari pasangan hidup atau rekan bisnis.

Kedelapan, pernah mengalami mati suri. Fenomena mati suru sebenarnya adalah aksi gagal jantung sementara, karena kondisi tertentu, jantung yang tadinya berhenti sejenak akhirnya bisa berdetak kembali, lepas dari unsur ilmiah, mati suri adalah anugrah serta keajaiban. Pengalaman ini saya tulis di kompasiana ini juga. Klik disini

Kesembilan, merakan akan kehadirab seseorang atau sesuatu apdahalbelum ada tanda fisik akan kedatangan tersebut.

Yang terakhir dari yang saya tulis disini, meski sebenarnya masih ada tanda-tanda yang lainnya, seperti pandangan-pandangan kita tentang sebuah peristiwa disertai rasa pening, keyakinan yang teramat kuat tentang siap pencuri barang yang hilang, keyakinan kuat tentang letak pososo suatu benda yang bahkan kita tidak tau benda apa yang ada di situ…

Bila tidak kita merasakan satupun dari kriteria diatas, berati indera keenam kita benar-benar tertutup oleh urusan duniawi, mugkin juga masalah keyakinan kita, atau faham idealis yang kita anut… ruginya, karena kita kehilangan salah satu dari hak milik kita itu….sampai jumpa dan wassalam

diambil dr blog penulis lain,

sebenernya masih belum percaya seratus persen...