Kamis, 26 Juni 2014

Kekalahan Yang Indah

Melihat si kecil yang tumbuh berkembang dan menggemaskan adalah suatu anugrah yg sangat kusyukuri,menonjol di antara teman teman,manis,waaah sungguh sulit diungkapkan dengan kata kata.Dan yang kutemukan hanya energi positif.

Terkadang memang dihadapkan pada kondisi saat si kecil bertanya,menjawab,alasan pun sudah mulai bisa mencari hahaha...terkadang pula saat aktifnya keterlaluan sangat tidak sabar dan bijak sebagai ortu ,sikap itu sering muncul...duh...

Tapi bagaimana lagi ya,kesabaran yg belum terkembang dan sadar itu muncul datang dan pergi..cubitan kecil di paha,kata kata dengan nada tinggi yg berakhir dng penyesalan...pengennya sih kayak pendaftaran datang di awal,kalo di akhir kan penyesalan hahahha..

Alhamdulillah dengan banyak kemampuan ,si kecil mulai dipandang baik oleh ibu ibu lain yang notabene juga ibu dari teman temannya..dibilang penurut lah,disiplin,di kelas mampu mengikuti pembelajaran ,senangnya hati inii hehehe...

Di saat saat yang lalu kebetulan diberi kesempatan untuk menjadi siswa terbaik sekelasnya,pernah pula menang dalam kompetisi lokal fashion show..itu adalah bonus...bukan pencapaian target atau ambisi ku sebagai ibu.

Tiba satu ketika harus berpisah dengan teman teman lain karena memang harus lanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi..
pengumuman kelulusan dan siswa terbaik dalam berbagai kategori pun dilakukakan...tapi...sungguh mengejutkan...si kecil sama sekali tak masuk dalam kategori apapun...

Agak kaget juga ,karena bukannya menuduh tetapi anak yg mengalahkan si kecil adalah anak yang dipandang dari segi sudut pandang manapun menurut teman2ku tak ada kategori
Tapi sungguh aku tak mempermasalahkan itu,hanya kaget sewajarnya ,logikaku mungkin si anak ini kalau datang tak pernah terlambat,selalu rajin tak pernah absen,perkembanganny juga pesat dan dari segi akademik menang...sementara anakku di akhir2 semester sering tidak masuk,karena sakit,pelesir dan menghadiri acara pernikahan dalam kurun waktu yg terus menerus.dan aku anggap ini kesalahanku hehehe berjiwa besar doong...dan kembali lagi ke komitmenku bahwa menang adalah bukan ambisiku itu adalah bonus..

Salut aku kepada ibu yg telah mendidik anak anak menjadi yang terbaik,tak lupa aku mengucapkan selamat dengan tulus dan kerendahan hati..bahkan si ibu pun saat menerima ucapan dariku, tidak mengira bila anaknya masuk nominasi sedangkan si kecilku sama sekali tidak..betapa bahagianya aku di saat anakku tidak masuk juara pun orang lain masi mengakui kemampuannya hahhaahah ,ge er ...euy

Ini sudah aku terima,karena aku yakin guru-guru di sana adalah orang yang baik,sabar dan adil,pasti banyak bahan pertimbangan dan sulit memutuskan dalam hal ini dengan nilai beda tipis..tetap kusyukurii...oo begini ini ya rasanya kalau tidak menang...hahhah..kunikmati

Selang dua hari dari kelulusan ada seorang teman yg menyapaku,ibu salah seorang dari teman si kecil,via chatt komunikasi ini ,membuat teringat kejadian kekalahan si kecil
Bahwa si Ibu dan beberapa teman yang anaknya juga tidak juara,bercerita kok aneh sampe si kecil anakku tidak sama sekali juara,dan yang mendapat juara nominasi hanya itu itu saja ,dari kategori mama dan anak dan bintang terbanyak..sempat terhenyak dan terharu...masygul,betapa tidak ,di saat aku sudah bisa menerimanya malah ibu ibu lain masi  mencari alasan kenapa si kecil tidak menang,hal ini aneh,hahah  hanya reaksi positif dan doa saja yang kuberikan dan ini adalah menjadi rahasia ,

"walaupun kamu tidak menang nak di akademik tapi kamu juara di hati mama..."quote "salah satu status mama hebat hihihi  cieeee...

Suamipun mendukung tindakanku...dengan tidak bereaksi berlebihan bahwa menang kalah itu hal biasa ,dan apapun itu patut disyukuri bukan disesali..diambil hikmahnya

Saat penerimaan raport pun aq berkonsultasi hampir satu jam an dengan pihak guru tentang perkembangan si kecil,dan aku sama sekali tak membahas masalah ketidakmenangan si kecil sama sekali..
sampai di satu saat si Guru meminta maaf kepadaku akan hal ini,bahwa memang penilaian beda tipis sekali..aku tersenyum dan segera memotong pembicaraan...dengan hampir menangis kusampaikan kepada guru yang baik dan tulus ini.."tolong jangan minta maaf,karena guru tidak berbuat kesalahan apapun di mata saya,anak saya sudah banyak berkembang disini,juga dari segi sosial dan kecerdasanya,dan si kecil sudah beberapa kali menang sudah sangat bersyukur ,itu "bonus"justru saya sangat berterimakasih atas kebaikan dan ketulusan guru2 disini yang telah mendidik dan memantau perkembangan si kecil dengan tulus dan baik.
Dan tak lupa sebelum pulang saya bersalaman dan berpelukan,sebagai bentuk rasa sayang saya kepada guru guru yg baik dan cantik ini.

Kemudian aku pulang,dengan hati yang sangat riang...bertambah lagi optimisku tentang si kecil...
"Nilai akademik bisa dicari dengan ketekunan nak,tapi nilai sosial tidak ternilai..ternyata kamu sukses nak menjadi juara di hati mama,di hati mama mama lain dan juga guru sekolahmu..."Kekalahan itu memang membuat orang menjadi belajar bagaimana cara tulus menerimanya dengan kerendahan hati."

Semoga kekalahan yang indah ini akan menjadi pelajaran untuk mendidik anakku kelak


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda